Naliatul Muna

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang

Rumah Sakit UMM & Masjid KH M. Bedjo Darmoleksono

June 17th, 2016 by Naliatul Muna

UMM juga punya rumah sakit loohh. Rumah sakit ini terletak di Jalan Raya Tlogomas No 45Malang. Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang diresmikan oleh Presiden RI Ibu Hj. Megawati Soekarno Putri pada tanggal 17 Juni 2014.

19

Berdiri diatas tanah seluas 9 hektare dan memiliki bangunan utama setinggi 6 lantai dan beberapa bangunan gedung penunjang yang terdiri dari 5 lantai dan gedung rawat inap sebanyak 3 lantai. Rumah Sakit ini didesain dengan ciri khas tiongkok yang menjadikan RS UMM mudah dikenali oleh masyarakat.

Oh iya readers, aku kan kuliahnya jurusan Fisioterapi. Nah khusus jurusan Fisioterapi kuliahnya itu di Rumah Sakit UMM ini nih.

Readres, kalian bisa melihat jadwal dokter yang bertugas di Rumah Sakit ini dengan mengecek blog Rumah Sakit UMM.

Ini dia blognya hospital.umm.ac.id

Sebelum ke Rumah Sakit, liat aja dulu jadwal dokter yang ingin ditemui, aku kasih tau blog ini biar kalian ketika ke Rumah Sakit gak zonk. 😉

Ada beberapa pelayanan yang ada di Rumah Sakit UMM, antara lain:

  1. Instalasi Rawat Inap
  2. Instalasi Rawat Jalan
  3. Instalasi Gawat Darurat
  4. Instalasi Farmasi
  5. Radiologi
  6. Laboratorium
  7. Ruang Anak
  8. Kamar Bersalin
  9. Kamar Bedah
  10. One Day Care Operasi Hemmorhoid

Di area Rumah Sakit ada sebuah masjid unik yang berasitektur oriental tiongkok. Masjid ini dibangun sebelum dimulainya pembangunan rumah sakit. Masjid ini diberi nama Masjid KH M. Bedjo Darmoleksono. Nama itu diambil dari seorang tokoh pembaharu Muhammadiyah Malang pada tahun 1930-an dan beliau merupakan tokoh yang memiliki kaitan sejarah cukup erat dengan Muhammadiyah dan UMM.

Masjid KH M. Bedjo Darmoleksono

Masjid KH M. Bedjo Darmoleksono

Kiai Bedjo adalah mubaligh yang memiliki ilmu agama sangat tinggi dan pernah menjadi pimpinan Muhammadiyah Malang. Beliau tidak hanya berdakwah di mimbar-mimbar majid, tapi juga masuk ke sekolah, kampus, radio, dan tulisan di media massa.

Salah satu tulisannya yang berjudul “Islam Sontoloyo” di Suara Muhammadiyah sempat membuat majalah itu dibredel oleh Presiden Soekarno. “Oleh karena itu, kami ingin membangkitkan semangat keteladanan Kiai Bedjo, bukan hanya sebagai ilmuwan keagamaannya, tapi juga kekritisannya,” kata Rektor UMM, Muhajir Effendi.

.

.

.

.

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/11/05/21/lljegq-masjid-khm-bedjo-masjid-berasitektur-oriental-tiongkok

Posted in Uncategorized

Leave a Comment

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.