Naliatul Muna

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang

Budaya, Makanan, dan Ciri Khas Kota Amuntai

June 16th, 2016 by Naliatul Muna

Haii readers. Di post pertama aku, aku mau ngenalin tentang kotaku. Simak baik-baik yaa, siapa tau setelah baca artikel ini readers tertarik untuk berkunjung ke kotaku.

2

Apa kalian pernah mendengar kata “Kota Amuntai”? Ya, itu adalah kotaku. Kota ini terletak di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan. Amuntai yang biasa disingkat AMT ini adalah ibu kota dari Kabupaten Hulu Sungai Utara. Kota Amuntai mempunyai 3 kecamatan yaitu Amuntai Utara, Amuntai Tengah, dan Amuntai Selatan. Di kecamatan Amuntai Tengah-lah pusat pemerintahan dan perdagangan kabupaten Hulu Sungai Utara yang ditandai dengan adanya kantor bupati, kantor-kantor dinas pemkab HSU, sentral perdagangan, dan sarana/prasarana lainnya dan Amuntai Tengah merupakan kecamatan dengan penduduk terpadat di kabupaten Hulu Sungai Utara.

Budaya yang dipakai di kota Amuntai adalah budaya banjar ..
Budaya Banjar ini adalah hasil dari asimilasi selama berabad-abad. Budaya tersebut dipengaruhi oleh kepercayaan Islam yang dibawa oleh pedagang Arab dan Persia.

Budaya Banjar dapat dilihat dari kehidupan masyarakat Banjar sehari-hari khususnya dalam bentuk kesenian, tarian, musik, pakaian, permainan dan upacara tradisional.

Adat istiadat Banjar yang melekat dengan kehidupan sosial warga masyarakat yang bercirikan Islam terus terjaga dan dipertahankan, dapat dilihat dari aktivitas kehidupan mereka sehari-hari. Hal ini dapat juga disaksikan melalui berbagai pentas kesenian Banjar yang sering ditampilkan dalam acara-acara resmi, seperti tari-tarian dan lagu Banjar. Demikian pula upacara adat khas Banjar yang biasanya dilaksanakan dalam rangka perkawinan, kelahiran, ataupun peringatan   terhadap peristiwa penting lainnya. Dari banyaknya ragam kesenian tersebut, yang terkenal adalah madihin, mamanda, japen, balamut, hadrah, musik panting, upacara maarak penganten, bamandi-mandi, dan maayun anak.

16   14

 

Sekarang aku akan bahas tentang makanannya.

Kota Amuntai terkenal dengan itik panggang dan itik gorengnya, satu lagi yang terfavorit tetapi sering terlupa menyebutnya adalah belibis panggang dan belibis goreng. Lezat, gurih, nikmat? Sangat luar biasa. Sekali-sekali readers berkunjung ya ke kota Amuntai ;). Setiap warung makanan, biasanya menyajikan menu itik panggang/goreng, tetapi untuk belibis jarang karena belibis termasuk burung yang sekarang agak langka (mungkin karena sering diburu dan ditangkap sementara budidayanya cukup sulit). Belibis panggang/goreng hanya ada pada warung-warung tertentu, harga perporsinya lumayan sih. Tapi jangan khawatir, harga makanan itu sesuai kok dengan kelezatan yang akan diperoleh ketika makanan ini menyentuh lidah. #duhbikinngileraja.
Kuliner di Amuntai juga didukung dengan masyarakatnya yang memang doyan makan di warung. Sehingga, warung-warung makanan tumbuh subur dan menjamur tanpa kehilangan pembeli.
Selain itu, Amuntai juga terkenal dengan pasar pasar kue/wadai. Segala macam jajanan berupa wadai tradisional ada di pasar yang buka setiap hari pukul 8 pagi sampai pukul 5 sore ini. Mulai dari cucur, apem, bingka, sampai tapai. Bahkan ada makanan berupa alua (manisan) pepaya dan ‘kundur’ (sejenis labu putih). Alua ini bisa disimpan berbulan-bulan, biasanya ramai dipesan ketika musim kawin karena alua ini dapat diolah menjadi berbagai bentuk dan diletakkan berdampingan dengan kue pengantin.  Amuntai juga terkenal dengan gula-gula yang berbentuk kapal layar, itik dengan anak-anaknya, bunga, dan bentuk lainnya. Gula-gula ini juga ramai dipesan apabila tiba musim kawin, karena fungsinya sama dengan alua. Bahkan, dengan bentuk, warna yang menarik, dan rasanya yang manis legit gula-gula ini juga menjadi ciri khas yang tidak ada di daerah lain. Tertarik?
Masih tentang makanan, Amuntai juga terkenal dengan kerupuk ikan gabus dan itik yang diawetkan berupa dendeng itik yang sangat lezat dan dapat dijadikan oleh-oleh ketika berkunjung ke Amuntai.

6  15510

 

Kota Amuntai terkenal dengan itik Alabio-nya. Itik Alabio adalah itik (bebek) Kalimantan yang berasal dari persilangan itik Kalimantan dengan Itik Peking (itik pedaging). Nama itik Alabio sendiri  diambil dari sebuah daerah bernama Alabio yang menjadi pusat perdagangan unggas ini yang diberi nama oleh seorang ilmuan yang bernama drh. Saleh Puspo. Ilmuan ini yang banyak melakukan penelitian tentang itik alabio ini. Berpusat di desa Mamar, itik Alabio terkenal di penjuru Indonesia karena termasuk unggas dengan produktivitas telur yang tinggi. Di beberapa sudut kota kita bisa dengan mudah menemui rumah makan yang menyajikan Itik Panggang beserta lauk khas Amuntai lainnya seperti Burung Belibis Panggang dan Udang Galah Panggang. Tak heran, Amuntai pun terkenal dengan Itik Panggang-nya yang lezat. Makanya mascot dari kota Amuntai adalah bebek , dan punya patung itik besar yang terletak di tengah kota Amuntai.

index

Ini adalah Mesjid Raya At-Taqwa Amuntai

Ini adalah Mesjid Raya At-Taqwa Amuntai

Posted in Uncategorized

Leave a Comment

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.